Di era Jaminan Kesehatan National (JKN) akses kepada pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan terjangkau. Sehingga dewasa ini masyarakat berbondong-bondong memeriksakan kesehatannya termasuk masyarakat yang menderita penyakit kronis. Karena itu diadakan adakan seminar dengan judul “Mencari Model Pelayanan Kefarmasian yang Berorientasi “Patient Safety” pada Penyakit Kronis di Era JKN (Kajian Pengelolaan Sediaan Farmasi & Farmasi Klinik)” yang diadakan di Ballroom Krakatau Hotel Horison Ultima Palembang. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 November 2017 dari pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, dengan saudara M. Hady Pratama sebagai Ketua Pelaksana. Sebanyak 941 peserta dari berbagai instansi yang ada seperti Rumah Sakit Moh. Hoesin, STIKES Siti Khodijah,SMK Farmasi Pembina dan lain-lain, termasuk peserta bukan berasal dari instansi manapun, baik di dalam kota maupun luar kota.

Acara ini dibuka dengan sajian group vocal dan tari tanggai yang ditampilkan oleh mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Palembang. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter mengenai profil kampus. Dan untuk memulai acara inti, seminar Pharmacase 2017 secara resmi dibuka oleh perwakilan PAFI, IAI, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang dan Ketua Jurusan Farmasi.

Penyampaian materioleh Pembicara I di sesi pertama adalah Dra.Nurminda Silalahi, Apt., M.Kes dari Rumah Sakit Adam Malik Medan yang menjelaskan tentang Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Farmasi Klinik. Kemudian dilanjutkan dengan Pembicara II yakni Diah Sofiawati,S.Si., Apt. dari BPJS Kesehatan KCU Palembang yang menjelaskan mengenai jaminan kesehatan terkhusus dibidang Farmasi. Seminar Pharmacase 2017 juga dimeriahkan dengan berbagai game, Pharmacase Challenge, dan pembagian doorprize di akhir acara.

Leave a Comment